Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Duduk Kesepian


Cerita singkat yang kutulis untuk mengisi waktu luangku, disini aku menceritakan kisah khayalan yang aku buat. Menceritakan kisah misterius seorang anak.


Anak yang tak kuketahui namanya, anak yang selalu duduk didepan rumah kosong didaerah tempat tinggalku. Aku melihatnya seperti halnya aku melihat seorang anak biasa yang kesepian karena tak mempunyai teman, tapi aku selalu melihat raut kesedihan di wajahnya.


Hari ini aku tak melihatnya, rabu, kamis, jum’at, sabtu, ithu hari dimana ia tak nampak, entah mengapa akupun bertanya-tanya. Banyak prasangka yang akhirnya timbul dipikiranku mulai dari dia sakit, sekolah, atau sudah tidak tinggal disini lagi. Keesokan harinya aku pergi mengunjungi rumah temanku, ketika aku berjalan pulang kerumah aku melihat anak itu sedang duduk, tanpa pikiran apapun aku melewatinya begitu saja. Namun, tiba-tiba aku teringat kemana saja anak itu beberapa hari terakhir ini. Saat aku membalikkan badanku untuk bertanya padanya, anak itu sudah tidak ada lagi disana (kupikir dia sudah pergi), akupun berjalan pulang kembali.

Berbagi Ceritaku


Tulisan blog tentang ceritaku sendiri. Ya .. sekedar coba - coba aja dan pingin nyeritain tentang kehidupanku di sekolah, teman - teman, serta pengalaman yang aku miliki. Seperti siswi SMP pada umumnya, hari-hariku di sekolah diisi dengan canda tawa bersama, kekocakan, dan kegilaan teman-temanku. Tapi, pada tulisan blogku kali ini aku akan menceritakan tentang temanku yang biasa dipanggil mbahbroo.
Waktu awal semester kelas 9, aku sama sekali nggak pernah ngobrol sama si mbahbroo (mungkin karena tempat duduknya yang jauh). Dikelas, mbahbroo ini punya komplotan yang super komplit deh, ada yang kocak kayak mbahbroo, males poll, sering bikin anak emosi, dari yang mukanya nggak cakep - cakep amat sampek yang mukanya cakep abis. Beberapa bulan kemudian, tempat duduk mbahbroo dipindah d belakang bangkuku, nnah dari sini nih aku mulai deket sama si mbah.

Pengorbanan Seorang Ibu

 

Pengorbanan Seorang sahabat



Hari ini adalah hari ulang tahun sahabatku, “Rina”. Dia, terlihat bahagia karena orang tuanya memberinya hadiah yang indah. Sedangkan, teman-teman juga memberinya banyak hadiah.
Tapi, diulang tahunnya kali ini aku tidak bisa memberinya apa-apa. Karena, keluargaku sekarang sedang kesulitan ekonomi. Aku berharap agar Rina mengerti keadaanku sekarang.
Dan, ternyata Rina mengerti keadaan ku sekarang. Rina memang sahabat yang paling baik yang pernah aku miliki.

Beberapa hari kemudian, Rina pun jatuh sakit. Aku ingin menjenguknya di rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, ibu Rina berkata, “Rina sakit parah dan kemungkinan sudah tidak ada harapan untuk hidup lebih lama”. Dia terserang penyakit yang sangat parah dan tidak ada kemungkinan untuk sembuh. Satu persatu organ tubuhnya rusak dan butuh donor yang cocok untuknya.

Aku pun sedih melihat sahabat ku harus menanggung sakitnya sendiri. Aku mencoba untuk pergi ke laboratorium untuk tes apakah organ tubuh ku cocok untuk Rina. Aku ingin melihat sahabat ku hidup sehat dan bahagia seperti dulu lagi. Aku mencoba membantunya sebisa yang aku bisa.

Tenyata, hasil tesnya cocok dan aku meminta izin kepada ibu untuk mendonorkan organ tubuh ku pada Rina. Tapi, ibu tidak menyetujui keputusan ku, karna ibu tidak ingin apabila nanti akibatnya terjadi padaku. Karena ibu sangat sayang padaku dan tidak ingin terjadi apa-apa dengan ku. Tapi, aku sangat ingin mendonorkan organ tubuh ku pada Rina. Aku berusaha meyakinkan ibu agar ibu menyetujui keputusan ku.
Dan akhirnya, ibu mengerti betapa Rina sangat membutuhkan donor itu. Tapi, ibu juga kelihatan kurang ikhlas. ”Tapi, ini demi Rina bu...” ucapku. ”iya nak ibu mengerti perasaan mu. Tapi apakah tidak bisa menggunakan cara yang lain nak...??” jawab ibu. ”Ayolah bu...!!” ucapku. ”Yaudah, terserah padamu ibu sudah mengingatkan mu pokoknya..” jawab ibu.

Cintaku Persahabatanku

Hari ini hari sibuk,jalan begitu ramai dengan begitu banyak manusia di dalamnya,aku begitu malas melangkahkan kakiku di antara kerumunan orang-orang yang masih asing di mataku,karena aku baru pindah kesini, ayahku dipindahkan kerjanya ke kota ini,ya,,,aku pun terpaks harus meninggalkan seseorang yang spesial di ini hati,Radit,,, pacarku,yang sangat ku sayangi dan juga Laras,sahabatku sejak kecil,dulu aku,laras dan Radit sahabatan dari kami masih kecil,karena rumah kami yang bertetanggaan,hingga radit memutuskan untuk memilih aku lebih dari seorang sahabat,ya,,,akhirnya kita pacaran,dan kini aku harus jauh dengan sahabat dan juga kekasihku,tapi aku tak perlu kwatir jika harus meninggalkan radit,karena aku tlah percaya pada Laras agar dia yang menjaga radit,aku percaya pada mereka,,,
‘’ayo mbak naik’’.ajak kernet yang menawarkan untuk naik bisnya,tanpa berpikir lama akupun segera naik karena memang dari tadi sebuah angkutan umum yang sedang aku tunggu,aku harus berdiri karena tidak mendapati tempat duduk yang kosong,keadaan di dalam bis sudah di penuhi dengan penumpang,hufft,,,,tempat duduknya di penuhi dengan orang-orang berseragam biru,pekerja pabrik.
‘’kamu duduk aja,nggak papa kok biar aku saja yang berdiri,kamu kan cewek’’. ujar salah satu cowok yang tak ku kenal,tapi dia berseragam sama sepertiku,mungkin dia satu sekolah denganku,tapi tetap saja aku tak mengenalnya,aku kan anak baru,tanpa banyak bicara aku langsung duduk,
‘’kamu sekolah di SMA Tunas Bangsa ya’’.tanya cowok itu, yang berdiri di sebelahku
‘’iya’’.jawabku singkat
‘’kenalin aku kevin’’.katanya mengulurkan tangan padaku
‘’chika’’.kusambut tangannya
‘’semoga saja nanti kita nggak terlambat ya’’.ujarnya
‘’memangnya kenapa?apa kita sudah kesiangan?’’.tanyaku menatapnya dengan tajam
‘’kita nggak kesiangan,tapi bis ini,mungkin akan ada sesuatu yang terjadi pada bis ini,makanya kita nanti bisa terlambat,,,’’.katanya terputus karena sopir bis mengerem bisnya dengan mendadak,penumpang pada bingung,ternyata bisnya bannya pecah,sehingga harus ganti bannya,penumpang pun berhamburan turun,
‘’apa ini ya maksud kevin tadi,tapi kok dia bisa tau tentang sesuatu yang akan terjadi’’.batinku keheranan turun dari bis
‘’aku memang bisa tau itu’’.jawabnya membuyarkan lamunanku,dia bisa membaca fikirannku
‘’dari pada kita nanti terlambat,ayo ikut aku,kita cari angkot’’.ajaknya menghampiriku,aku masih dalam posisiku,heran,
‘’ayo,,,’’.katanya menarik tanganku,aku pun mengikuti langkahnya,
‘’mungkin kita nanti akan terlambat dan kita akan di keluarkan dari kelas’’.katanya celingak-celinguk berharap ada angkutan umum yang dapat kita tumpangi
‘’yaudah kenapa kita harus capek-capek ke sekolah kalau pada akhirnya kita juga bakal di suruh keluar’’.gerutuku
‘’lebih baik terlambat dari pada bolos’’.jawabnya ,lagi-lagi dia bisa baca fikiranku,yaudahlah aku lebih memilih diam saja.setelah ada angkot yang lewat,kita segera naik,dalam perjalannan pun kita tak banyak bicara,dia asyik membaca bukunya’’aneh,dia kan bisa membaca fikiran orang,kenapa,,,uuuppsss’’.aku tak meneruskan batinku tadi,aku takut dia baca fikiranku lagi,tiba-tiba dia mengarahkan pandangannya padaku dan mulai berkata