Duduk Kesepian


Cerita singkat yang kutulis untuk mengisi waktu luangku, disini aku menceritakan kisah khayalan yang aku buat. Menceritakan kisah misterius seorang anak.


Anak yang tak kuketahui namanya, anak yang selalu duduk didepan rumah kosong didaerah tempat tinggalku. Aku melihatnya seperti halnya aku melihat seorang anak biasa yang kesepian karena tak mempunyai teman, tapi aku selalu melihat raut kesedihan di wajahnya.


Hari ini aku tak melihatnya, rabu, kamis, jum’at, sabtu, ithu hari dimana ia tak nampak, entah mengapa akupun bertanya-tanya. Banyak prasangka yang akhirnya timbul dipikiranku mulai dari dia sakit, sekolah, atau sudah tidak tinggal disini lagi. Keesokan harinya aku pergi mengunjungi rumah temanku, ketika aku berjalan pulang kerumah aku melihat anak itu sedang duduk, tanpa pikiran apapun aku melewatinya begitu saja. Namun, tiba-tiba aku teringat kemana saja anak itu beberapa hari terakhir ini. Saat aku membalikkan badanku untuk bertanya padanya, anak itu sudah tidak ada lagi disana (kupikir dia sudah pergi), akupun berjalan pulang kembali.

Berbagi Ceritaku


Tulisan blog tentang ceritaku sendiri. Ya .. sekedar coba - coba aja dan pingin nyeritain tentang kehidupanku di sekolah, teman - teman, serta pengalaman yang aku miliki. Seperti siswi SMP pada umumnya, hari-hariku di sekolah diisi dengan canda tawa bersama, kekocakan, dan kegilaan teman-temanku. Tapi, pada tulisan blogku kali ini aku akan menceritakan tentang temanku yang biasa dipanggil mbahbroo.
Waktu awal semester kelas 9, aku sama sekali nggak pernah ngobrol sama si mbahbroo (mungkin karena tempat duduknya yang jauh). Dikelas, mbahbroo ini punya komplotan yang super komplit deh, ada yang kocak kayak mbahbroo, males poll, sering bikin anak emosi, dari yang mukanya nggak cakep - cakep amat sampek yang mukanya cakep abis. Beberapa bulan kemudian, tempat duduk mbahbroo dipindah d belakang bangkuku, nnah dari sini nih aku mulai deket sama si mbah.

Arti Kehidupan

 
Kenang lama tengah keheningan
Di kelam kesunyian malam
Hanya menggaung kaki tak terperanjak
Membisu di pertapaan malam
Sampai denting hati di titik nol
Arti hakiki di cari cari
Ayat ayat kasih di peluk

Melukis kabut tanpa dimensi
Di berapa langkah tubuh singgah
Seberapa jauh jejak sampai manusia lacak
Hidup itu hidup
Hidup tak di kata

Menuai sepenggalah kata dengan memecah asa kemustakhilan
Selaksa angan  buta
Larut di arus deras mimpi
Jauh menjauh
Semakin jauh diri memandang hati
Menilai diri semakin asing

Keajaiban Cinta

 

kerinduan dalam diriku
tidak dapat aku ungkapkan
dikesepian malam ini
aku hanya dapat mengingatmu

bulan, bintang , bahkan hawa di sekeliligku

seakan mreka bertanya pada diriku
aku tidak dapat megatakan satu katapun
selain aku hanya menginginkan kedatanganmu

Kasih, aku merindukanmu

aku tidak mampu mempercepat malam ini
aku sangat rindu padamu
pada kenangan yang sudah kita lewati.

kasih pernahkah kamu memikirkanku

apakah kamu juga mengharapkan kedatanganku
aku menginginkanmu untuk merasakan apa yang kurasaka
dan berharap keajaiban cinta menghampirimu

aku tertegun didalam heningnya malam

aku merenung di sudut gelap kerinduan
aku menangis ditengah kesepian
tiada satu orangpun menghampiriku

aku berharap engkau datang

memperlihatkan keajaiban cinta
menemani kesepianku dan suasana hidupku
berharap lantunan kata cinta darimu

Kapal Pemburu Paus Essex - Kanibal


 
Cerita tentang kanibalisme untuk survive di kalangan pelaut sebenarnya bukan hal yang baru. Bahkan pada awal-awal abad ke-19 dunia maritim marak dengan cerita-cerita mengerikan semacam itu. Salah satu contohnya adalah Kapal Essex, kapal pemburu paus, pada tahun 1820.

Kisah itu dimulai dengan kecelakaan kapal pada tahun 1820, di mana paus menabrak Essex yang menyebabkan kapal tersebut tenggelam di 2.000 mil laut (3.700 km) sebelah barat pantai barat Amerika Selatan. Sebanyak 21 awak berhasil menyelamatkan diri di Pulau Henderson, wilayah kepulauan Pitcairn. Di Pulau Henderson mereka bertahan dengan makan ikan, burung juga tumbuhan yang ada, juga ditemukan sumber mata air kecil untuk minum.